TIM Satuan LBH PKR Angkat Bicara Diduga Polres Madina Mandul Dan Lamban Dalam Penanganan Kasus

 

Madina Sumut, faktahukummntv.com – Berkaitan pemberitaan yang semangkin marak dan Viral diberbagai media sosial Kembali disampaikan Oleh Ali kurnia Ketua Dewan Pimpinan Wilayah DPW Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perisai Keadilan Rakyat (PKR) Provinsi jawa barat, angkat bicara mengapa laporan masyarakat kecil rakyat miskin selalu dikesampingkan Oleh para polisi nakal” Seperti perihal korban kasus pemukulan dengan cara pengeroyokan yang dialami Oleh Fajaruddin zai warga desa tabuyung kecamatan muara batang gadis kabupaten mandailing natal Sumut, hingga sampai saat ini para pelaku kekerasan tidak ada diamankan Oleh pihak Polres Madina,” Jelasnya (03/03/2024)

ironisnya lagi menurut Rosni silalahi istri dari korban pemukulan saat dikonfirmasi klarifikasi Oleh wartawan dirinya menerangkan sepertinya penegakan hukum di polres madina diduga sudah mulai keliruh, seperti bahasa yang dilontarkan Oleh Indra Irawan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah DPW LBH PKR Kalimantan tengah kenapa para pelaku pengeroyokan masih dibiarkan bebas berkeliaran sementara korban sudah darurat hingga mengalami pata serta retak tulang akibat penganiayaan yang dilakukan Oleh 9(sembilan) pelaku kejahatan yang dikomandoi Oleh mandur 1 Pendi di PT SSS/Asia Negeri KMR3 Afdeling 3 lalu apakah korban harus mati dulu baru para pelaku ditangkap,” Ujarnya

Disisi lain kembali ditegaskan Oleh Indra Irawan Ketua DPW LBH PKR Kalteng Melalui Maman Supratman Ketua Dewan Pimpinan Wilayah DPW LBH Perisai Keadilan Rakyat Provinsi banten menghimbau kepada Kapolda sumut untuk menindak tegas kenerja Polres madina yang lamban dalam penanganan kasus serta mengabaikan laporan korban sehingga para pelaku pengeroyokan masih terus dibiarkan bebas berkeliaran tanpa ada diamankan sama sekali sementara korban sudah menjerit dan menahankan rasa sakit akibat pemukulan yang membabi buta sehingga korban sampai menderita tidak bisa bekerja untuk menapkai istri dan anak-anaknya,” tutupnya

(Tim)